Edukasi dan Simulasi Mitigasi Bencana: Tagana Lampung Selatan Mendidik dan Melatih di SLB Negeri Sidomulyo

KRAKATAU.ID, LAMPUNG SELATAN – Rabu (28/8/2024) suasana di SLB Negeri Sidomulyo, Lampung Selatan, tampak berbeda. Pagi itu, sekolah yang biasanya sunyi, penuh dengan energi dan semangat para siswa, wali murid, guru pembimbing, serta anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Selatan. Kegiatan yang diadakan oleh Tagana, bertajuk TMS Sosialisasi Mitigasi Bencana dan Simulasi Gempa, berlangsung dari pukul 08.15 WIB hingga 10.00 WIB, membawa semangat baru dan pengetahuan penting kepada semua yang hadir.

Hasran Hadi, Koordinator Tagana Lampung Selatan, memimpin acara dengan antusiasme yang menular. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi mendalam tentang mitigasi bencana.

“Kami ingin memastikan bahwa semua peserta, terutama anak-anak dengan kebutuhan khusus, memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, mereka tidak hanya mengetahui tanda-tanda jalur evakuasi tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam situasi darurat,” ujar Hasran dengan penuh keyakinan.

Di tengah cerahnya pagi itu, siswa-siswi SLB Negeri Sidomulyo tampak serius mengikuti setiap sesi yang diadakan. Mereka mempelajari berbagai tanda jalur evakuasi dan jenis-jenis bencana yang mungkin terjadi. Tidak hanya teori, simulasi ringan penyelamatan diri saat terjadi gempa juga dilakukan, khususnya saat peserta berada di dalam kelas. Simulasi ini bertujuan agar mereka tidak hanya tahu apa yang harus dilakukan, tetapi juga merasakan langsung bagaimana cara bertindak dalam situasi darurat.

Kepala Sekolah SLB Negeri Sidomulyo, Tatang Sutisna, menyambut baik kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada Tagana Lampung Selatan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Tagana untuk memberikan pelatihan ini. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sehingga anak-anak kami tidak hanya belajar tentang mitigasi bencana, tetapi juga merasa lebih siap dan percaya diri menghadapi situasi darurat. Kegiatan ini sangat penting, terutama bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus yang membutuhkan penanganan khusus dalam situasi bencana,” ungkap Tatang dengan penuh harapan.***