Cerita Siswanto, Pecinta Radio Sejak 1970-an : Suara Wajar Pelopor di Lampung yang Buka Program Interaksi dengan Pendengar Lewat Telepon

KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG – Suara Wajar boleh dikatakan merupakan salah satu radio pelopor dan tertua di Provinsi Lampung. Radio yang tahun 2023 lalu berusia setengah abad ini masih eksis mengudara hingga sekarang.

Gempuran marakanya media sosial dan internet tak membuat radio yang mengudara lewat gelombang 98,8 Fm ini tumbang. Program-program siaran yang kontras dengan sajian berita dan hiburan ini masih dapat dinikmati oleh para pendengar setianya.

Namun siapa sangka jika Suara Wajar adalah radio yang pertama kali di Provinsi Lampung membuka program siaran dengan menyediakan ruang untuk para pendengarnya berinteraksi lewat telepon.

“Pokoknya dulu itu tahun 1984 itu, radio yang pertama kali buka telepon itu Suara Wajar, hanya Suara Wajar, hanya di Bandar Lampung ini ya, bahkan di Lampung. Bahkan RRI belum buka waktu itu. Wih canggih juga kata saya waktu itu,” ungkap Petrus Siswanto, pendengar dan pecinta Radio Suara Wajar saat berbincang dengan Kratakau.id, di Jalan Cendana No.26, Pahoman, Bandarlampung, Rabu (24/7/2024).

Siswanto yang telah menjadi pendengar setia Radio Suara Wajar sejak tahun 1970 silam ini bahkan masih ingat nama penyiar yang memandu program interaksi dengan pendengar lewat telepon.

“Terus itu, acara buka telepon itu acara untuk buka telepon itu nama penyiarnya mas Diat dan mas Deo. Program siarannya semacam pilihan pendengar gitu lah, tapi saya lupa nama program acaranya. Itu dimulai dari jam 8 malem sampai jam 10 malem. Lagu-lagunya yang request pop Indonesia dan lagu Indonesia terbaru,” kata Siswanto.

Petrus Siswanto (kanan) bersama saudara sepupunya Puryono pada tahun 1976.

Kala itu lanjut Siswanto, masih dengan diingat jelas pengalaman pertamanya mengikuti program interaksi yang dibuka Radio Suara Wajar lewat telepon.

“Saya bahkan pernah nelpon itu dari Tanjung Seneng ke depan Pasar Koga itu kan ada telepon umum itu, saya nelponnya lewat telepon umum itu ya, apa minta apa ya pingin masukan di Radio Suara Wajar itu,” ucapnya.

Pertama kali meminta lagu lewat telepon ke Suara wajar kata Siswanto berjulul Sonata yang Indah.

“Ku ingin duduk di sampingmu… itu lagu berjudul ‘Sonata yang Indah’. Penyiarnya Diat dan Deo. Pokoknya yang punya telfon yang bisa request lagu, telepon langsung ke Suara Wajar. Masih pakai telepon rumah waktu itu, dan telepon umum, belum ada telepon seluler seperti sekarang ini,” ungkap Siswanto.

Saking cintanya dengan Radio Suara Wajar, hingga saat ini Siswanto masih hafal nomor telepon yang digunakan untuk interaksi kala itu.

“Saya masih inget nomor telepon Radio Suara Wajar 21903 cuma lima digit . Inget aku. Sekarang ada tambahan 25 di ujungnya. Belum ada kode wilayah waktu itu,” kata dia.

Siswanto mengaku saat ini selalu mendengarkan Suara Wajar, terutama pada program Gita Kenangan Indonesia pada jam 14.00-16.00 WIB.

“Kalau pas di rumah saya dengerin SW (Suara Wajar) pakai hape terus tak colokin ke salon aktif. Suaranya joss mas. Dan streaming kadang-kadang kalau di luar kota, di https://i.klikhost.net:8000/wajarfm,” pungkas Siswanto.***