SMP 1 Xaverius Bandarlampung Ajak Siswanya untuk Menumbuhkan Budaya dan Kesadaran Cinta Lingkungan

KRAKATAU.ID, BANDARLAMPUNG – Memanfaatkan momen Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), SMP 1 Xaverius Bandarlampung mengajak siwa-siswinya untuk menumbuhkan budaya dan kesadaran cinta lingkungan, Rabu (21/2/2024) dengan cara jitu. Ratusan siswa-siswi SMP 1 Xaverius Bandarlampung ini diajak membersihkan lingkungan sekolah dan sekitar serta memilah sampah plastik lalu membersihkannya.

“Hari ini kami mengadakan Hari Peduli Sampah Nasional, dalam kegiatan ini kami membagi dua sesi yang pertama tadi adalah bersih-bersih lingkungan sekolah kita keluar dari lingkungan sekolah kita membersihkan sekitar sekolah. Kemudian yang kedua adalah acara memilah sampah plastik kemudian membersihkannya, lalu anak-anak akan mengeringkannya agar sampah-sampah plastik ini berguna, memiliki daya guna,” terang Wakil Kepala (Waka) Bidang Kesiswaan SMP 1 Xaverius Bandarlampung, Margareta Eriani saat wawancara dengan Krakatau.id, Rabu (21/2/2024).

Menurut Retha aksi peduli lingkungan yang digelar sebagai upaya menumbuhkan budaya dan kesadaran cinta lingkungan kedapa siswa.

“Kemudian dari kegiatan ini kita mempunyai tujuan, kami ingin menumbuhkan kesadaran untuk anak-anak kami menumbuhkan kesadaran untuk semakin peduli, karena sampah merupakan masalah yang utama dalam kehidupan kita. Maka bagaimana kita memiliki kesadaran untuk tetap menjaga lingkungan kita, kemudian kita bisa melatih diri, mendidik diri sendiri dalam mengolah sampah, kemudian dalam berbelanja, dalam mengkonsumsi makanan, bagaimana kita menggunakan sampah plastik, wadah atau tempat yang bisa kita gunakan di lain kesempatan kembali,” kata dia.

Di lokasi yang sama Sr. Vincentia, HK sebagai pendamping aksi menjelaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana mengedukasi para siswa.

“Hari ini kita peringati sebagai Hari Sampah Nasional, saya kira adalah kesempatan baik bagaimana sekolah-sekolah, isntitusi pendidikan mencoba untuk mengedukasi anak-anak sehingga ini bisa menjadi salah satu membangun praktek baik peduli lingkungan. Seperti kita lihat di Xavete, anak-anak ini memilah sampah dari sampah yang ada di depan kelas mereka masing-masing,” jelasnya.

Tidak mudah mengedukasi siswa lanjut Sr Vincentia, maka kegiatan ini dirasa cukup efektif untuk menumbuhkan kesadaran siswa untuk lebih peduli pada lingkungan.

“Kita tahu selama ini anak-anak tidak begitu mudah untuk kita edukasi, karena setiap hari mereka pasti akan memproduksi sampah, entah dari bungkusan makanan, entah dari kiriman orang tua, entah mereka dari jajan gofood, itu semua mereka buang ke tempat sampah dan akhirnya nanti bermuara di tempat pembuangan sampah sementara dan kemudian di bawa ke tempat pembuangan akhir.”

“Kita di sini melakukan bagaimana caranya supaya anak-anak ini belajar langsung dari apa yang mereka perbuat. Jadi ketika mereka membuang sampah itu mereka juga yang akan memilahnya. Lalu mereka merasakan bau, merasakan jijik, tapi yang mau kita sentuh sebenarnya adalah bagaimana perilaku anak-anak ini punya kesadaran bahwa bukan sampah yang bau, bukan sampah itu menjadikan dirinya sendiri menjadi sampah tapi karena perilaku, dan pada akhirnya mereka bisa menyadari bahwa sebenarnya yang menjijikan itu, yang bau itu adalah perilaku manusia, perlakuannya terhadap sampah.”

“Sebenernya ini yang mau kita didikan kepada anak-anak, sehingga mereka punya efek “jera”, dalam artian mereka sudah mulai menyadari oh iya, ternyata sampah itu bau, pada akhirnya saya sendiri yang harus mengurus, lalu dengan demikian kita berharap anak memiliki kesadaran lalu mulai mengurangi misalnya dari sampah-sampah konsumsi mereka, mengurangi jajan yang berkemsan plastik, hal-hal yang sederhana, itu yang mau kita tekankan pada anak-anak,” jelas Sr. Vincentia.

Pemberian apresiasi bagi petugas kebersihan oleh siswa-siswi yang diwakilkan pengurus OSIS SMP 1 Xaverius Bandarlampung.

Menurut Sr. Vincentia pada aksi kali ini juga dilakukan pemberian apresiasi bagi petugas kebersihan oleh siswa-siswi yang diwakilkan pengurus OSIS SMP 1 Xaverius Bandarlampung.

“Kemudian tadi ada juga sebagaian anak OSIS itu memberikan apresiasi kecil kepada petugas sampah, saya kira ini sebenarnya adalah sesuatu penghargaan kita, mungkin tidak seberapa, tetapi kapan kita mengingat mereka atas jasa-jasa mereka yang setiap hari bergulat dengan sampah dan bau dan semuanya begitu, tapi siapa yang memberi mereka perhatian, perlakuan, paling tidak mengingat jasa-jasa mereka.”

“Nah kita mendidik anak di sini dengan memberikan apresiasi walaupun itu kemampuan anak-anak yang memberi, seperti itu, itu kita mengajarkan anak bahwa bagaimana kita mengapresiasi setiap pekerjaan, sekalipun itu kadang tidak banyak diperhitungkan orang.”

Sementara itu salah satu siswa SMP 1 Xaverius Bandarlampung, Juan Luckyanto Chandra menyampaikan apa yang didapatkan dari aksi hari ini.

“Jadi dari kegiatan ini kita diajarkan untuk bertanggung jawab atas segala sesuatu yang kita perbuat. Karena di sini kita memilah sampah-sampah yang kita hasilkan sendiri. Jadi ini membuat kita bertanggun jawab atas segala sesuatu. Dan kita juga diajarkan untuk mengurangi emisi sampah, supaya bisa bekerja memilah sampah ini bisa ringan untuk ke depannya,” kata siswa kelas 9A ini.***