Ingatan itu Bagaikan Pedang Bermata Dua, Berhati-hatilah

Segala sesuatu itu hampir semuanya bagaikan pedang bermata dua, yaitu jika kita tidak bijak menggunakannya maka akan melukai bahkan bisa membunuh diri kita sendiri. Begitu juga dengan sebuah ingatan yang kita miliki.

Ingatan kita sangat berguna bagi sebuah pembelajaran. Ingatan menyimpan segala peristiwa yang dapat kita ambil lagi jika sedang menghadapi situasi yang sama, sehingga kita tidak akan jatuh pada lubang yang sama.

Karena ingatan, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Orang mempelajari dari hasil penemuan sebelumnya yang terpatri dalam ingatan untuk penemuan baru yang lebih sempurna. Tanpa ingatan, perbandingan dan analisa tidak akan bisa dilakukan. Karena dengan ingatan, kita bisa melakukan proses pembandingan antara satu dengan yang lainnya.

Sebuah tradisi yang ada di kehidupan sosial juga merupakan hasil ingatan. Tradisi yang baik terkait sopan santun dan nilai-nilai luhur, dari masa ke masa akan terjaga dengan sebuah ingatan. Tradisi yang membantu menjaga tatanan kehidupan dalam sebuah ingatan tentu sangat baik adanya.

Namun dibalik sebuah ingatan yang berguna bagi kehidupan kita baik secara pribadi maupun bagi kepentingan umum, ingatan pun dapat berbahaya bagi kehidupan jika kita tidak bisa memilah sehingga membuat kita terjebak serta terpenjara dalam sebuah ingatan yang kurang baik.

Ingatan masa lalu yang buruk, terkadang membuat orang trauma, stress, linglung hingga gila. Terjebaknya manusia dalam ingatan yang buruk akan membuat orang bisa melakukan tindakan bunuh diri. Tenggelam dalam ingatan yang buruk juga bisa membuat orang tidak produktif dalam kehidupannya.

Ingatan akan sebuah tradisi yang kurang relevan pun sama saja, dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi tatanan kehidupan. Misalnya sebuah tradisi yang menganggap orang lain di luar kepercayaannya  adalah orang yang tidak baik dan harus dijauhi bahkan diperangi. Hal ini tentu saja justru tidak layak untuk diingat dan mesti ditinggalkan supaya kita tidak tenggelam ke dalam sebuah ingatan yang buruk sehingga membutakan akal sehat kita.

Lalu apakah yang harus kita lakukan untuk keluar dari sebuah ingatan buruk? Cukup kita menyadari saja bahwa itu adalah sebuah ingatan yang tidak perlu untuk diperhatikan. Ingatan yang harus dibiarkan mengalir dan terbuang begitu saja. Tidak perlu kita berusaha untuk melupakan ingatan tersebut, karena semakin kita tahan, itu akan menjadi sungai yang kita bendung dimana suatu saat justru ingatan buruk akan semakin besar memenuhi isi kepala kita.

Di dalam kehidupan segala bentuk ingatan akan silih berganti menghampiri kita. Filter akal budi serta kesadaran sangat berperan penting untuk melakukan seleksi sebuah ingatan yang baik dan yang buruk.

Mungkin begitu? Sekian dan terima kasih

 

Oleh Anton Cakman

Gambar:plukme