Kemampuan Pertama dalam Bekerja adalah Kemampuan Berpola Pikir Secara Baik

Beberapa kali saya dipercaya oleh perusahaan untuk memberikan sebuah training kepada karyawan mengenai Standard Operating Procedures (SOP). Sebenarnya, ini bukan yang pertama kali, tetapi sudah yang keberapa kali terkait pembekalan mengenai SOP, karena untuk kesekian kalinya, maka banyak pertimbangan bagaimana cara penyampaian yang dapat dengan mudah dimengerti oleh para karyawan.

Kalau soal SOP semuanya sudah pernah saya tuliskan. Karena sudah pernah saya tuliskan otomatis saya pun begitu ngelotok kering terkait SOP tersebut. Dan itu tidak menjadi masalah dan semua berjalan dengan lancar.

Di tengah-tengah training SOP tersebut saya sering menyisipkan hal-hal yang terkait pola pikir dengan beberapa contoh kasus. Orang biasanya malas menjalankan SOP karena dianggap terlalu njlimet. Padahal SOP yang dibuat sudah melalui berbagai proses dari efisiensi hingga mempersempit celah kesalahan, termasuk mengalami proses kesalahan yang ditemukan, lalu karena permasalahan tersebut dicari solusi dan bagimana cara menanggulanginya serta menuangkannya dalam sebuah SOP.

Dari sini saya memberikan sedikit permainan sebuah pola pikir. Karena SOP yang dianggap terlalu njlimet, lalu saya mengumpamakan dengan seorang atlet lari, jika seorang atlet melakukan balap lari dengan kita, pasti kita akan kalah. Itu karena si atlet terbiasa latihan lari secara rutin. Karena itu, ia dapat berlari dengan cepat, sedangkan kita ngos-ngosan dan meskipun mau pingsan tak akan bisa mengejarnya.

Begitu pula dengan suatu pekerjaan. Apapun yang akan kita lakukan dengan rutin mengikuti SOP yang sudah ada, maka semuanya akan tampak biasa dan berjalan begitu cepat. Karena sejatinya SOP dibuat untuk menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sehingga menghasilkan keluaran kerja yang maksimal dan baik.

SOP sendiri tidaklah bersifat mutlak dan dapat berubah seiring dengan sebuah kebutuhan. Berubah di sini tentu berubah untuk menjadi lebih baik. Dari efisiensi hingga meminimalisir kesalahan dalam suatu pekerjaan.

Apapun pekerjaannya, menurut saya hal yang paling penting adalah pola pikir dari si pekerja. Jika kita mampu memperbaiki pola pikir, maka mudah-mudahan apa yang kita harapkan dari para pekerja akan dapat terwujud dengan baik. Karena sebuah perubahan itu harus didasari dengan perubahan pemikiran terlebih dahulu.

Misalnya seorang karyawan toko  tidak mungkin bisa menjadi kepala toko jika ia tidak terlebih dahulu membentuk pola pikir berupa kemauan belajar dan memiliki tanggung jawab seperti sebagaimana seorang kepala toko. Jika pola pikirnya hanya sebatas bekerja menghabiskan waktu, saya rasa keinginannya untuk menjadi seorang kepala bagaikan mimpi di siang bolong.

Untuk menikmati sebuah pekerjaan pun, hal yang pertama tentunya harus mencintai pekerjaan tersebut. Sebab kita pun tahu, jika kita seharian bersama orang-orang yang dicinta, waktu akan terasa cepat berlalu dan kita jalani penuh semangat. Sedangkan jika kita 1 jam saja dengan orang yang dibenci, maka seperti akan terasa seperti 1 tahun.

Oleh Anton Cakman

Gambar:Fak Teknik UM

Add Comment