Kekuatan Manusia Itu Kerjasama dan Perbedaan

Sesungguhnya, manusia itu mahluk yang lemah. Jika melawan binatang saja belum tentu bisa menang. Misalnya manusia berantem dengan macan, buaya atau binatang-binatang buas lainnya. Bahkan jika kita sendirian di hutan dan dikroyok anjing hutan  pun kita akan kalah.

Tetapi mengapa manusia menjadi penguasa di bumi, bukan para binatang? Hal yang pertama adalah karena manusia mampu berkerja sama dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Jika nenek moyang kita dahulu tidak membentuk komunitas dan berkerjasama, saya yakin kita akan punah, dihabisi oleh binatang buas.

Di era modern seperti saat ini, kerja sama pun menjadi sumber kekuatan kita. Kalau antar dunia tidak bekerja sama terkait bidang kesehatan, maka saya rasa penduduk Indonesia akan banyak yang terkena penyakit tidak ada obatnya.

Ilmu pengetahuan pun disebarkan karena adanya kerja sama antara satu pihak dengan pihak lainnya. Lalu dikembangkan menjadi lebih baik lagi.

Kekuatan Perbedaan

Dalam bekerja sama, perbedaan justru memperkaya suatu perkumpulan atau organisasi. Dengan perbedaan, akan memperkaya sudut pandang yang berpotensi saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya untuk perkembangan suatu perkumpulan atau organisasi.

Sama halnya dengan perbedaan sudut pandang, perbedaan kemampuan pun akan menambah kekuatan suatu organisasi.

Permasalahan organisasi dari penjilat hingga pekerja keras

Perbedaan tidak selamanya baik, jika perbedaan tersebut terkait watak dan kebiasaan yang terbentuk dari proses kehidupan. Misalnya watak penjilat, maka akan berdampak buruk bagi organisasi.

Dalam organisasi apapun pasti ada saja orang yang menjadi penjilat. Dan celakanya, orang-orang yang gemar menjilat, biasanya cepat mendapatkan posisi yang tinggi di suatu organisasi. Karena orang tersebut bisa membuat moment orang menjadi tertarik dengannya.

Seorang penjilat sudah pasti diragukan soal kemampuan dan kualitasnya. Oleh sebab itu, ia kerap menekan orang-orang yang memiliki posisi yang rendah di bawahnya.

Selain penjilat, dalam kelompok juga ada tipe orang yang pengecut. Orang tipe pengecut biasanya akan cari aman. Bagaikan bunglon, dimanapun ia menghinggap, maka akan mengikuti warna dari tempat yang ia hinggapi tersebut.

Orang-orang dengan tipe pengecut dari organisasi tidaklah bisa diandalkan, bahkan akan mudah lari dari tanggung jawab yang sudah diberikan.

Untuk hal yang terakhir, dalam organisasi juga pasti ada yang namanya pejuang atau pekerja keras. Ia melakukan segala sesuatu dengan penuh bertanggung jawab dan berkomitmen. Ia mementingkan hasil dan tidak pernah berfikir untuk menjilat.

Solidaritas dari seorang pekerja keras atau pejuang sangatlah tinggi. Rasa empati dan rela berkorban. Tetapi orang-orang seperti ini tidak jarang menjadi korban dan tersisih, tetapi tidak jarang juga menjadi agen perubahan dalam suatu organisasi untuk menjadi lebih baik.

 

Oleh:  Anton Cakman

Gambar: pixabay