Blusukan, Ilmu Manajemen Tua yang Terkupas Kembali dalam  Dunia Politik

Akhir-akhir ini, blusukan begitu populer di dunia perpolitikan. Untuk orang yang memiliki perkebunan metode blusukan seperti ini adalah sebuah manajemen yang sudah begitu tua. Bos perkebunan akan sekali-kali keliling untuk melihat kondisi perkebunan miliknya secara langsung untuk memastikan apakah para pekerjanya sudah bekerja cukup baik. Atau melihat permasalahan secara langsung supaya dapat bijak mengambil keputusan.

Secara pribadi, sayapun pernah mengalami hal penting terkait blusukan. Ketika saya tidak lagi berada bersama teman-teman kerja yang merupakan pecahan dari departemen yang saya pegang, begitu banyak masalah yang diadukan oleh mitra kerja  saya yang menjadi atasannya di sana. Sebelum ada laporan tersebut, saya menganggap semuanya baik-baik saja tetapi pada kenyataan tidak semulus yang saya pikirkan atau yang saya terima dari hasil laporan akhir yang sering dikirimkan melalui surel.

Pada akhirnya, sayapun memutuskan untuk sering berada diruangan tempat mereka bekerja. Dan ternyata benar, terkadang masalah yang sudah cukup lama tidak dilaporkan kepada saya, tetapi pada akhirnya saya mengetahuinya sendiri. Padahal, hal tersebut dapat berdampak buruk jika dibiarkan berlarut-larut.

Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, kita dimudahkan dan dimanjakan oleh teknologi. Bahkan istri saya pun pernah bertanya”bisa tidak kalau kerjanya di rumah saja, tidak usah ke kantor?”. Pertanyaan itu muncul karena saya sering melakukan pekerjaan yang saya kerjakan dari rumah dengan data yang langsung terhubung dengan server.

Blusukan dan berada di lapangan adalah hal yang penting dilakukan sesekali. Itu untuk melihat secara langsung situasi yang benar-benar terjadi meskipun kita sudah diberikan data terkait situasi tersebut. Atau paling tidak, blusukan dan terjun di lapangan adalah sebagai salah satu bentik verifikasi terhadap data yang telah disajikan.

Dengan berada di lapangan, kita bisa berinteraksi secara langsung dengan orang-orang yang sedang melakukan pekerjaan, melakukan kontrol, juga sebagai wujud kehadiran kita bersama mereka. Dengan proses yang kita temui di lapangan, maka kita akan bijak dalam mengambil keputusan karena mengetahui suka dukanya orang yang berjibaku di lapangan. Dan yang tidak kalah penting adalah, kita tidak dapat mudah dibohongi dengan data palsu yang diberikan pada kita.

Untuk blusukan memang dibutuhkan niat yang kuat, kemalasan akan sering menghantui. Blusukan juga dibutuhkan ketulusan dan persiapan yang matang. Ketulusan dibutuhkan supaya dapat mendengarkan setiap permasalahan yang muncul dan diungkapkan. Persiapan dibutuhkan untuk siap memberikan jawaban terkait pertanyaan yang kerap timbul dari hasil blusukan, atau kesiapan untuk membuat ketuputusan secara cepat dan tepat ketika melihat permasalahan yang ada di bawah.

Untuk seorang pemimpin daerah maupun Negara, blusukan saya rasa penting dengan catatan itu benar-benar sebagai upaya kontrol dan melihat permasalahan secara nyata sebagi wujud verifikasi data yang telah diberikan supaya tidak salah dalam mengambil suatu kebijakan. Tetapi blusukan akan menjadi hambar ketika blusukan hanya sekedar tebar pesona tanpa ada tindakan nyata terkait permasalahan yang telah disampaikan.

Blusukan dalam diplomasi politik juga diperlukan. Sebab, semua kebijakan dalam demokrasi merupakan kesepakatan bersama. Misalnya di Indonesia, apa yang dilakukan pemerintah pun di awasi dan terkadang membutuhkan persetujuan DPR, sehingga blusukan dalam politik pun sangat diperlukan, bukan blusukan bersama rakyat saja. Blusukan diplomasi ke Negara lain pun perlu, untuk mencari solusi bersama atau belajar bersama dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.

Sekian dan terimakasih

Oleh Anton Cakman

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *