Menyikapi Sebuah Kenangan Indah Supaya Tak Menyiksa dan Menjadi Boomerang

Di forum generasi 80 dan 90 begitu banyak kenangan dibagikan, dari masa-masa indah ketika mandi di sungai sampai indahnya kebersamaan ketika bermain layang-layang di tanah lapang. Semua orang terasa kembali ke masa lalu. Ada yang memberikan emoticon sedih dan menangis menanggapi postingan tersebut dan ada yang mengungkapkan keinginannya untuk bisa kembali di masa itu.

Memang masa yang indah itu akan berasa dan terkadang membuat hati kita sedih dan ingin kembali ke masa itu. Tetapi apa daya, di dunia nyata ini belum ada mesin waktu yang bisa digunakan untuk kembali ke masa indah itu. Karena di dunia nyata tidak ada mesin waktu ala Doraemon.

Bukan hanya kenangan itu, ada kenangan lain seperti kenangan ketika hari raya, anak yang rindu akan orang tuanya yang sudah meninggal, atau orang tua yang merindukan anaknya ketika sang anak tidak bisa berkumpul bersama di hari raya.

Kenangan-kenangan indah tersebut menghujam dan mengiris hati. Indah tapi menyakitkan jika diingat. Itu merupakan hal yang wajar tetapi menyakitkan.

Ada hal yang lebih berbahaya lagi, ketika kenangan tersebut berkaitan dengan mantan pacar. Jika keadaan keduanya masih lajang, mungkin itu tidak menjadi masalah besar ketika kenangan menyerbu dan rasa ingin kembali merajut lagi kisah cinta bersemi.

Akan menjadi masalah jika masing-masing sudah memiliki pasangannya masing-masing. Kenangan yang indah tersebut akan menyiksa jiwa. Jika tidak dikendalikan, maka bisa berpotensi menggerogoti cinta yang sudah terbina dengan pasangan yang sudah dipilih setelah berpisah dengan sang mantan.

Lalu apakah yang harus dilakukan? Kenangan biasanya akan hadir ketika kita melihat sesuatu. Ketika kita melihat mantan lewat atau ketika kita sedang makan di tempat yang biasa kita lewati bersama sang mantan. Oleh sebab itu, perlunya melihat tanpa perlu untuk diingat.

Memang setiap melihat, ingatan akan seperti otomatis muncul. Inilah pentingnya akan sebuah kesadaran yang mengalir. Kita cukup menyadari saja, tanpa harus berusaha mengingat kembali atau berusaha menghilangkan ingatan tersebut. Cukup disadari, bahwa itu sudah berlalu.

Jangan biarkan ingatan kita menggila sehingga menimbulkan penderitaan karena terlarut dalam sebuah emosi dan kenangan masa lalu yang dirindukan. Biarlah itu berlalu bersama hembusan nafas kita yang tidak mungkin untuk bisa dihirup kembali, karena Oksigen sudah berubah menjadi Karbondioksida yang tak berguna dan berbahaya bagi kita.

Sekian dan terimakasih

Oleh:Anton Cakman