Erupsi Anak Gunung Krakatau 2018

Dari bulan Juli hingga Agustus, aktivitas Anak Gunung Krakatau begitu sering terjadi. Letusan kerap terjadi. Tetapi itu semua masih dalam kategori aman, tidak mengancam.

Seperti yang kita ketahui bersama, Anak Gungung Krakatau sendiri merupakan gunung berapi yang begitu aktif. Dahulu gunung Krakatau menimbulkan banyak korban jiwa ketika ledakannya terjadi pada tahun 1883. Akibat letusan ini, setidaknya 36.147 jiwa melayang menjadi korban letusan guntung berapi dasyat sepanjang sejarah ini.

Hujan abu pada saat itu menewaskan hampir seribu orang di desa Ketimbang, yang saat ini bernama desa Banding Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan. Selain hujan abu, Tsunami pun terjadi dan menimbulkan begitu banyak korban jiwa pada saat itu. Untuk pulau terdekat yaitu Sebesi, tidak ada satupun yang selamat, sebanyak kurang lebih 3.000 orang meninggal akibat letusan gunung krakatau pada saat itu.

Akibat letusan tersebut, suhu dunia pun turun dengan rata-rata 1,2 derajat celcius selama 5 tahun. Letusan besar tersebut terdengar hingga radius 3.000 mil jauhnya.

Anak Gunung Krakatu sendiri terlihat muncul dipermukaan pada tahun 1927. Per tahun rata-rata pertumbuhannya sekita 2-4 menter.

Untuk letusan dan erupsi Anak Gunung Krakatau, saat ini menurut para ahli tidak mungkin sedasyat letusan krakatau di tahun 1883.

 

 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *