Dulu Kata Simbahku, Semua Agama itu Sama Saja, Maksudnya Apa Sih?

Agama adalah hal yang sensitive, karena sifatnya mendasar. Semua orang menganggap agama yang dipeluknya adalah agama yang paling benar. Paling tidak, itu adalah agama yang dianggap terbaik bagi dirinya.

Meskipun pada kenyataannya, saat ini sebagian besar pemeluk agama merupakan warisan dari orang tuanya. Karena orang tuanya memeluk agama A, maka anaknya memeluk agama A.

Jika kita amati, setiap agama sangat mencerminkan kondisi dimana agama tersebut berasal. Agama yang berasal dari Timur Tengah, akan kecenderungan mirip dengan budaya di timur tengah, atau jika berasal dari India, maka budaya India akan ikut mewarnai dalam  agama tersebut. Begitu seterusnya.

Karena agama dan keyakinan di dunia ini tidak Cuma satu, dan masing-masing pemeluk meyakini kebenarannya, maka kebingungan sering kali melanda orang-orang yang mencoba memahami akan ajaran-ajaran kebaikan suatu agama dengan akal sehat.

Contohnya, sewaktu saya kecil saya sempat berfikir, mengapa agama di dunia ini banyak, sedangkan menurut ajaran di agama yang saya anut, adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Tuhan. Terus mengapa jika manusia berasal dari satu orang tua, kok bisa agamanya macem-macem. Itulah pikiran lugu saya ketika masih anak-anak.

Sebenarnya bukan hanya itu saja pertanyaan yang keluar dibenak dikala masih kecil. Begitu banyak pertanyaan yang muncul dari kepala. Seiring berjalannya waktu, saya pun tidak memusingkan soal agama, karena yang paling penting adalah hasil dari agama itu sendiri. Toh banyak orang yang dianggap religius tetapi terjerat masalah korupsi, skandal sex dan lain sebagainya.

Soal agama, keluarga saya adalah keluarga yang Bhineka. Karena perbedaan agama di dalam keluarga inilah, dulu mbah saya yang asli Kediri (Jawa Timur) pernah bilang, bahwa agama itu sama saja, jadi tidak usah diperdebatkan.

Pernyataan mbah saya tersebut membuat saya bingung. Tetapi lambat laun saya terjemahkan sendiri, yang dimaksud sama adalah fungsi dari agama itu sendiri. Fungsi agama sendiri diharapkan untuk mengatur tatanan kehidupan. Untuk membuat aturan itu efektif, reward dan Punhisment sangatlah penting. Surga dan neraka pun ada dalam agama. Surga untuk orang yang mengikuti aturan, dan neraka untuk yang tidak.

Selain agama memiliki fungsi yang sama untuk menata kehidupan, menurut saya agama juga memiliki satu garis besar kesamaan, yaitu mengajarkan tentang berbuat baik dan cinta kasih. Ajaran kebaikan dalam cinta kasih tersebutlah yang bisa menyatukan agama di tengah perbedaan-perbedaan yang ada.

Mengapa cinta? Karena dengan cintalah kita bisa menyejukkan  dan mendamaikan dunia (mirip syair lagu ya). Sederhana saja, siapa sih yang gak pengen hidup damai? Karena damai itu indah. Orang yang waras dan normal menginginkan itu.

Sekian dan terima kasih

Oleh: Anton Cakman

Gambar:Beritasantri.net