Berdamai dengan Diri dan Kenyataan, Mempermudahkan Menjalani Hidup

Di dunia ini tidak ada yang pasti, semua dapat berubah dalam hitungan detik. Ketidakpastian tersebut terkadang membuat orang frustasi dan stres jika tidak siap menghadapi kenyataan. Misalnya, orang yang kaya tiba-tiba jatuh miskin. Atau seseorang yang tiba-tiba ditinggalkan oleh kekasihnya.

Move on, menerima kenyataan lalu bangkit adalah pilihan yang paling tepat untuk tetap bisa berjalan menjalani hidup dengan ringan. Jika tidak, maka orang akan terus dibayang-bayangi oleh masa lalu, sehingga tidak perduli akan masa kini dan lupa terhadap masa depan yang menjadi pertaruhan.

Setiap orang memiliki kekuatan atau mental yang tidak bisa dipukul rata. Ada orang yang pusing soal urusan negara, ada pula yang pusing dengan urusan berat badan. Mental dan kapasitas masing-masing orang ditempa oleh proses kehidupan itu sendiri. Orang yang sering melakukan angkat besi akan memiliki kekuatan bertambah seiring dengan proses rutinitas yang sering dilakukannya secara rutin. Begitu juga dengan kemampuan berfikir dan proses dalam menyelesaikan masalah akan bertambah seiring waktu jika kita sering melakukannya.

Lari dari masalah bukan solusi, dan membuat mental menjadi mlempem. Permasalahan harus dihadapi, bukan untuk dihindari, apa lagi dengan pelampiasan sesaat seperti minum-minuman keras atau pelampiasan lainnya.

Sama dengan pelampiasan mabok-mabokan, melempar kesalahan/permasalahan kepada orang lain merupakan hal yang buruk bagi kekuatan mental dalam diri.

Orang galau, orang susah move on tidak lebih dari orang yang tidak mau menerima kenyataan. Berdamailah dengan kenyataan saat ini. Jika kita jatuh miskin, hidup susah, menerima kenyataan bukan berarti dengan pasrah menjadi orang miskin, tetapi menjalani itu dengan keikhlasan sambil berusaha memperbaiki keadaan.

Jika kita kehilangan semangat hidup karena orang yang dianggap sebagai pengisi hati pergi, kuburlah dalam-dalam, lupakan hal-hal yang bisa membuat hati teriris, tetapi ingatlah selalu pelajarannya secara baik-baik.

Mengeluh, meratapi nasib tanpa berusaha merubah merupakan tindakan yang sia-sia. Hati dan semangat juang akan habis digerogoti rasa itu.

Hukum sebab akibat merupakan hukum alam yang mutlak. Tidak ada yang dapat bersembunyi dari hukum alam tersebut. Oleh sebab itu, ada baiknya kita menerima kenyataan dan berusaha memperbaikinya. Karena jika kita tidak melakukan perbaikan, tidak mungkin akan serta merta berubah menjadi baik.

Kehidupan akan terasa berat, jika kita tidak mau menerima kenyataan dan berdamai dengan diri sendiri. Jadi untuk apa menyusahkan diri sendiri? Apa lagi jika hidup sudah susah, janganlah dibuat susah lagi.

Sekian dan terima kasih

Gambar:Terapiotak.com