Surat Cinta untuk Thanos dari Kelas Poligami

Masih ingat dengan tokoh jahat di film Avenger  Infinity War? Thanos namanya, dia memiliki misi mencari batu kehidupan yang akan digunakan untuk memusnahkan separuh populasi di alam semesta. Niat jahat Thanos diawali dari keinginannya kembali menyeimbangkan semesta dari ledakan populasi. Sebelumnya, cara yang dia lakukan dengan mendatangi plantet-planet lalu membantai penghuninya.

Harapan Thanos dengan batu kehidupan tersebut, dapat menghabisi separuh populasi dengan adil, tidak memandang siapapun untuk dihabisi, entah itu pejabat maupuan manusia super. Dengan menjentikan jari tangan, maka separuh populasi akan musnah.

Sungguh besar pengorbanan Thanos, selain rela berkorban masuk neraka setelah mati. Bahkan Gamora, anak yang sangat dia sayangi pun harus dikorbankan demi mendapatkan salah satu batu kehidupan tersebut. Thanos gak bohong, sebab salah satu batu kehidupan tersebut bisa muncul kalau Thanos mengorbankan orang yang sangat dia cintai.

Ledakan populasi mahluk hidup yang berlebih tidak terkontrol, akan membawa petaka bagi kehidupan. Contohnya, ketika populasi tikus disawah lebih besar dari ular, maka akan menimbulkan panen padi terancam.

Jika ledakan populasi tikus saja membuat masalah, apalagi ledakan populasi manusia yang kadang berisi dari perwakilan nama hewan, dari tikus kantor sampai buaya darat ada pada diri manusia. Jika tidak dipikirkan permasalahan yang mungkin timbul dengan ledakan penduduk, pasti akan berdampak buruk bagi kehidupan bahkan bumi itu sendiri.

Potensi permasalahan yang dapat ditimbulkan adalah pangan, kerusakan alam, minimnya paru-paru dunia, belum lagi kompetisi dalam mencari penghidupan seperti pekerjaan, rentan terjadi tindak kriminalitas karena lapangan kerja yang tidak memadai ketimbang ledakan penduduk itu sendiri. Yang pasti banyak pakek banget lah masalah yang bisa ditimbulkan, bahkan bisa dijadiin bahan skripsi deh pokoknya.

Populasi penduduk yang banyak, akan membutuhkan lahan yang banyak untuk tempat tinggal. Bukan hanya area persawahan, hutan pun akan dikit demi sedikit gundul. Bahan pangan akan sulit dikembangkan secara sederhana. Hutan sebagai paru-paru dunia penghasil oksigen saat proses fotosintesa pun terancam. Cadangan air tanah pun otomatis ikut terkena dampak buruknya.

Jika kita mau bereproduksi dengan gencar, hal-hal seperti ini harus dipikirkan dengan baik. Memang sih enak buat anak, tetapi dipikirin juga nasib anaknya. Memang enak sih punya banyak istri, supaya tidak bosan, udah keriput cari yang kenceng, atau bisa melakukan banyak variasi. Enak lagi, kalau banyak istri menjadi jaminan hidup di surga, ahhhh….luar biasa nikmatnya, dunia akhirat. Tetapi jangan sampai karena kita tidak siap dengan konsekuensinya, Thanos akan datang ke bumi untuk misi penyeimbangan bumi.

Belum lama ini heboh kelas poligami untuk nambah istri. Dalam kelas tersebut ada materi bagaimana cara cepat dapat empat istri, hingga bagaiman cara mengatasi konflik pasca poligami. Dan ingat, kelas ini tidak gratis loh, harus bayar tiket sebesar 3,5 juta rupiah.

Terkait apapun motivasi diadakannya kelas poligami dengan #2019TambahIstri, saya sih tidak terlalu perduli, yang saya perdulikan hanya dampak dan konsekuensi yang mesti dipikirkan bersama, jangan dibebankan kepada Thanos saja ya gaes, kasihan dia.

Sekian dan terima kasih

 

Link berita viral:

https://news.detik.com/berita/d-4125823/geger-kelas-poligami-2019tambahistri

 

 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *