Pembiaran, Ketidakperdulian Membawa Petaka untuk Diwariskan

Ketidak perdulian hampir menggerogoti kehidupan manusia di era modern saat ini. Dari hal yang paling sederhana, sampai hal yang besar sekalipun. Pembiaran tidak lebih dari rasa malas dan merasa berada di zona nyamannya sendiri, padahal pembiaran tersebut lambat laun akan menhantam si pembiar itu juga.

Pembiaran atau ketidakperdulian kita saat ini, tidak akan berdampak langsung saat ini juga, tetapi suatu saat pasti akan telihat dampak buruk yang begitu mengerikan. Bisa kita bayangkan, jika ada kejahatan di dalam sebuah angkutan umum, dan kita membiarkannya, karena merasa yang menjadi korban bukanlah kita, maka suatu saat, kejahatan tersebut akan semakin merajalela dan pasti suatu saat semua bisa berpeluang mengalami kejahatan tersebut tidak terkecuali kita.

Pembiaran yang paling berbahaya adalah pembiaran kesalahan dalam berfikir, kesalahan berfikir yang jauh dari rasionalitas. Karena pada kenyataannya, sebuah kebaikan universal akan berjalan seiring dengan rasionalitas . Sebagai contoh, jangan mencubit, jika tidak ingin dicubit, memaafkan, jika ingin dimaafkan. Dan tentu saja semua seiring dengan yang namanya asas keadilan.

Pembiaran terhadap ketidak adilan, akan berdampak buruk seiring dengan mengakarnya kebiasaan dan sudut pandang yang diakibatkan pemahaman yang salah.

Dan mungkin saat ini, kesalahan berfikir yang jika dibiarkan akan berdampak buruk ke depannya adalah membiarkan ketidak adilan terjadi, memandang manusia hanya berdasarkan suku, golongan dan kesamaan kepentingan. Dan celakanya, pembiaran isu SARA yang digunakan untuk kepentingan politik sudah mulai terasa saat ini, yang tentu saja, jika dibiarkan, intoleran akan menjadi hal biasa, dan konflik horizontal bisa saja terjadi akibat hal tersebut.

Sikap tidak perduli, tentu saja yang melahirkan tindakan pembiaran. Kesalah pahaman orang yang beranggapan bahwa kita dapat hidup sendiri dan nyaman dengan ketidak perdulian.

Pembiaran juga terjadi akibat sikap meremehkan. Kebanyakan orang meremehkan kesalahan kecil dan membiarkannya terjadi berulang-ulang. Pembiaran tersebut tentu saja akan menimbulkan akibat yang lebih besar, sebab akan menimbulkan masalah lain yang beragam, akibat keterkaitan sebab akibat dari masalah kecil yang dibiarkan tersebut.

Kesalahan-kesalahan berfikir dengan melakukan pembiaran terhadap masalah kecil yang dapat menjadi besar dan kompleks, tentu saja tidak bisa didiamkan, sebab dapat menyebabkan petaka bagi orang lain dan kita pada suatu masa. Karena pada dasarnya, kehidupan di dunia seperti sebuah jaringan yang saling berkaitan.

Ketidak perdulian merupakan warisan buruk bagi generasi ke generasi. Karena pada dasarnya pengaruh lingkungan mempunyai dampak yang cukup besar bagi watak seseorang. Jika generasi tua membuat lingkungan yang penuh ketidakperdulian, maka persentase generasi muda mencontoh hal tersebut akan besar.

Sebagai orang tua/generasi  yang baik, sudah selayaknya kita harus mewariskan hal-hal yang baik bagi generasi yang akan datang, yaitu dengan membentuk lingkungan yang baik pula, dan pada akhirnya akan menciptakan budaya yang baik. Bisa kita lihat negara Jepang, yang begitu banyak cerita mengenai budaya akan hal yang baik, seperti biasa tertib, perduli akan kebersihan dan kerja keras. Hal tersebut tentu karena pengaruh lingkungan yang diciptakan oleh generasi sebelumnya.

Sekian dan terima kasih

 

Gambar: Suporter Jepang bersih-bersih (tribun dan tirto)

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *