Cintailah Pekerjaanmu Maka Bebanmu Akan Berkurang, Meskipun Terkadang Cinta Itu Hadir Karena Terbiasa

Oleh: Anton Cakman

Ketika nongkrong, ada saja orang berkeluh kesah tentang banyak hal, tidak ketinggalan juga berkeluh kesah dengan pekerjaan yang sedang ia geluti.  Ada yang merasa diperlakukan tidak adil, padahal dia sudah bekerja dengan loyalitas yang tinggi tanpa perhitungan, terkadang  tidak perduli waktu yang hilang untuk pekerjaan yang tidak diperhitungkan oleh perusahaan.

Marilah kita menengok kembali memanfaatkan cinta. Cinta begitu hebat, sehingga mampu memberi kekuatan yang luar biasa. Kami tidak akan membahasnya, karena itu perlu sebuah penelitian dan analisa yang harus dipertanggung jawabkan. Saya akan memberi sebuah contoh kasus apa yang ada disekitar kita saja.

Banyak saya temui orang tua rela bekerja begitu keras demi anak-anaknya tanpa mengeluh, semua demi keluarga, apa saja dilakukan demi orang-orang yang dicintainya.Contoh lainnya, waktu akan terasa cepat berlalu ketika anda bersama Kekasih hati. Meskipun waktu itu sama, satu menit sama dengan enam puluh detik, tetapi akan terasa berbeda jika bersama dengan orang yang kita anggap menyebalkan (kita benci/tidak istimewa), satu menit akan terasa satu tahun.

Saya jadi ingat dengan kisah saya sendiri, saya rela pulang hujan-hujanan demi bertemu dengan kekasihku disaat malam minggu, bukan cuma hujan, jarak dan waktu rasa lelah tidak terasa demi bertemu dengannya. Begitu juga orang tua, akan rela menempuh jarak yang jauh demi bertemu dengan anak-anaknya.

Dari contoh kasus di atas, jika anda merasa waktu berjalan begitu lama disaat anda bekerja, itu tandanya anda belum mencintainya, atau mungkin anda sedang berada di titik jenuh, jadi mungkin anda perlu refresing untuk mengembalikan kembali cinta anda atau jika memang sudah tidak cinta lagi dengan berbagai pertimbangan yang objektif, carilah cinta sejati anda. Lakukan semua dengan cinta yang tulus, ingat saja pada hukum sebab akibat, siapa menabur dia menuai. Jadi apakah yang akan kita tabur hari ini ?

Mengapa Banyak Orang Sukses Berawal dari Sebuah Hoby ? Mungkin Karena Mereka Mengerjakannya dengan Cinta, mungkin lo, tanya saja sama orang sukses, tetapi jangan pada rumput yang bergoyang.

Tetapi asumsinya adalah, karena mencintai pekerjaannya tersebut, orang menjadi tekun, ulet dan pantang menyerah. Hal ini wajar jika kita berasumsi, orang yang mencintai pekerjaannya akan menjadi tekun dan ulet. Meskipun terkadang cinta itu tidak datang pada padangan pertama, tetapi seperti sebuah pepatah Jawa mengenai cinta “ witing tresno jalaran seko kulino” yang artinya, cinta hadir karena terbiasa.

Sebagai contoh, saya mempunyai teman. Awalnya dia tidak menyukai yang namanya bahasa pemograman. Karena sering dibuly oleh dosennya, lalu dia mulai belajar mencintai, dengan selalu mempelajarinya. Dan saat ini, dia menjadi programer handal yang cinta akan pekerjaannya. Dosen yang dulu membully dirinya, saat ini sering meminta bantuannya ketika banyak proyek yang harus diselesaikan.

Itulah kekuatan cinta, tidak perduli cinta pada pandangan pertama, maupun cinta yang hadir karena terbiasa.

Sekian dan terima kasih