Kerugian Orang Sombong, Merasa Diri Benar dan Langkah Perbaikan Diri

Tidak ada manusia yang sempurna dan mampu selalu berbuat baik dan benar. Kesadaran akan merenungkan apa yang telah kita lakukan, terutama hal yang dianggap buruk sangatlah penting untuk memperbaiki diri.

Melakukan kesalahan merupakan hal yang wajar, dan berusaha memperbaiki kesalahan tersebut merupakan hal yang memang seharusnya dilakukan untuk manusia yang berfikiran normal. Mari kita bersama-sama merenungkan, kira-kira apa yang meski dilakukan ketika kita ingin membuat hidup menjadi lebih baik dari hari ke hari dengan mencoba memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat.

Langkah-langkah perbaikan

Langkah yanng pertama sebagai upaya memperbaiki kesalahan untuk tujuan hidup yang lebih baik adalah kesadaran akan kesalahan itu sendiri. Itu menurut saya hal yang menjadi prioritas utama. Jika kita tidak menyadari bahwa hal tersebut salah, maka tidak akan mungkin ada upaya untuk memperbaikinya.

Merasa diri paling benar adalah wujud menuhankan diri sendiri. Jika diri sudah dianggap menjadi Tuhan, yang tidak pernah melakukan kesalahan, ini akan berdampak buruk dan runtut dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Selain berpotensi merugikan orang lain, juga merugikan diri sendiri.

Langkah yang ke dua adalah kemauan. Tanpa kemauan, menjadi hal yang mustahil untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Jika tidak ada kemauan, mau dipaksa setengah mati juga akan sulit terwujud upaya dalam memperbaiki diri. Karena sesuatu yang dilakukan dengan tidak ikhlas, tidak akan bertahan lama.

Langkah yang ke tiga adalah komitmen yang kuat untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Setiap permasalahan berbeda-beda tingkat kesulitannya. Makin tinggi tingkat kesulitan suatu masalah, maka diperlukan komitmen yang semakin tinggi pula untuk memperbaikinya. Tanpa komitmen, maka usaha memperbaiki suatu kesalahan bisa mandek/berhenti ditengah jalan.

Untuk langkah yang ke empat adalah tidak sombong dan membuka diri untuk belajar . Orang yang sombong, akan sulit mengakui kekurangan dan juga susah untuk mau membuka hati untuk belajar. Oleh sebab itu, sangat penting membuka hati dan membuang kesombongan untuk belajar.

Pentingnya membuka hati untuk belajar adalah, bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kelebihan seseorang tidak dapat diukur dari tingginya pendidikan, atau kaya miskinnya seseorang.

Orang yang berpendidikan rendah tidak bisa diremehkan, sebab ada proses kehidupan yang menjadi gurunya, yaitu pengalaman. Seperti yang kita ketahui bersama, pengalaman merupakan pengetahuan yang mahal harganya, karena dalam pengalaman tersebut ada suka dan duka yang dialami secara langsung. Umur kita tidak akan cukup jika kita harus belajar dari pengalaman diri sendiri saja, itu sebabnya penting bagi kita untuk mau mendengar dan belajar dari pengalaman orang lain.

Untuk urutan di atas, untuk mempermudah saja. Soal pelaksanaan, tentu semua sangat berkaitan dan penting. Mengakui atau menyadari kesalahan, ada kemauan, berkomitmen, tidak sombong dan membuka diri, itu garis besar yang perlu kita ingat bersama. Bukan hanya pembaca, tetapi untuk diri saya sendiri.

Sekian dan terima kasih

 

Oleh : Anton Cakman

Gambar : Creators – Vice