Dalam Demokrasi “ Wakil rakyat dan pemimpin itu Kacung Kita” Sangat Sederhana Tips Memilihnya

Oleh : Anton Cakman

Teori politik klasik Aristoles mengatakan tentang sudut pandang politik sebagai usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Sungguh ini pekerjaan yang sangat mulia.

Tetapi saat ini, politik justru dianggap sebagai cara untuk mencapai kekuasaan. Bergesernya tujuan berpolitik menimbulkan dampak buruk dengan maraknya korupsi, kolusi dan nepotisme setelah berkuasa.

Spiritualitas berpolitik sebagai upaya mewujudkan kebaikan bersama sudah hampir padam membuat cara-cara kotor dalam berpolitik dihalalkan sehingga mempengaruhi kualitas hasil politik itu sendiri.

Tetapi meskipun demikian, kita jangan sampai anti terhadap politik. Merajalelanya politikus busuk diakibatkan oleh orang-orang yang sudah jengan dan tidak mau perduli tentang politik. Hal ini akan berpeluang bertambah buruknya keadaan.

Lalu apakah yang harus kita lakukan sebagai rakyat jelata?

Kita mesti bersyukur karena sistem pemerintahan negara kita demokrasi. Dimana dalam demokrasi, rakyat sebagai penentu utama dalam memilih wakil dan pemimpin suatu negara. “Mereka itu kacung kita”, itu yang mesti kita ingat jika kita hidup dalam negara yang bersistem demokrasi.

Jika kita ingin mendapatkan orang yang tepat, bagus berarti dituntut kejelian kita dalam memilih wakil dan pemimpin kita sendiri.

Sangat sederhana saja, ada beberapa tips yang bisa kita cerna bersama dalam memilih wakil/pemimpin. Wakil dan pemimpin daerah/negara merupakan orang yang harus bisa memikirkan kepentingan bersama bukan pribadi dan golongan. Keadilan dalam berfikir sangat diperlukan, contohnya adalah orang yang kita pilih tidak RASIS, sebab jika dalam pikiran saja sudah tidak dapat berlaku adil, bagaimana mungkin dalam dunia nyata bisa berlaku adil?

Selanjutnya, wakil/pemimpin memiliki nilai jual berupa potensi yang berguna bagi kehidupan nyata, bukan hayalan. Misalnya dalam berjanji, apakah janji tersebut dapat diwujudkan secara nyata atau tidak. Ini merupakan hal yang berat, karena kita harus mau menggali informasi. Tetapi melihat kemudahan akses informasi yang diberikan oleh mbah Google, hal ini semestinya bukan menjadi hal yang berat.

Berikutnya yang mesti kita gali adalah, program apa yang ditawarkan. Berhubung tidak bisa serta merta permasalahan dapat diselesaikan dengan cepat, kita harus melihatnya dari sisi dasar terpenting terlebih dahulu. Misalnya, dalam suatu daerah perekonomian sangat terpuruk, hal yang pertama yang perlu kita lihat adalah penunjang utamanya yaitu apakah infrastruktur sudah memadai? Sebab jika jalan buruk, akses susah, tidak mungkin perekonomian dapat bertumbuh karena tidak dapat membawa keluar hasil produksi yang dapat dijual, juga sulitnya membawa masuk kebutuhan barang dari luar daerah. Contoh yang kedua adalah apakah daerah nya aman atau tidak, jika tidak aman, maka janji memberi keamanan yang utama, setelah itu baru infrastruktur.

Tips yang selanjutnya adalah, jangan gadaikan diri dengan politik uang. Sikap kritis harus ditingkatkan, dan menurunkan egoisme diri masing-masing. Itulah cara kita mendapatkan wakil rakyat dan juga pemimpin yang berkualitas.

Janganlah golput, sebab dengan golput, kita dapat membiarkan hal buruk berkuasa. Memang tidak ada orang yang sempurna dan baik dalam segala hal, tetapi pilihan tetap harus diberikan, karena dari antara yang buruk masih ada yang keburukannya lebih sedikit dari pada yang lain.

Ingatlah akan hukum alam, sebab akibat. Segala sesuatu hal yang buruk tidak akan bisa bertahan lama, sebab pada dasarnya hati nurani manusia itu baik, dan semua orang berharap sesuatu yang lebih baik. Tetapi jika kita tidak mau memulai dari sekarang, kapan lagi?

Demikan dan terima kasih

 

Gambar:Saatchi Art