Menelisik Lagu Lingsir Wengi yang Dianggap sebagai Mantra Pemanggil Kuntilanak

Oleh: Anton Cakman

Pada suatu momen liburan, sanak saudara berkumpul di ruang tamu rumah nenek. Kami ngobrol ngalor ngidul. Pada saat itu, ada sepupu yang masih ABG sebut saja namanya Sella pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Lalu disusul oleh sepupu yang lain sebut saja namanya Yogi.

Tidak lama kemudian, keasyikan kami ngobrol buyar karena jeritan Sella dari dapur. Dia lari tunggang langgang dari dapur menuju ke ruang tamu, dengan nafas terengah dan disusul oleh Yogi dengan tawa yang mencerminkan kepuasan.

Ketika kami tanya mengapa berteriak ketakutan, ternyata saat di dapur, Yogi iseng dengan memutar lagu lingsir wingi. Hal tersebut membuat Sella ketakutan. Memang niat Yogi untuk menakut-nakuti Sella, karena lagu yang berjudul Lingsir Wengi sudah dianggap sebagai lagu pemanggil kuntilanak oleh anak-anak zaman now.

Awal mula lingsir wengi dianggap pemanggil kuntilanak

 Pada tahun 2006 film horor ala Indonesia dengan judul kuntilanak dibuat. Dalam film tersebut, ketika kuntilanak akan muncul, maka terdengar lagu lingsir wingi. Itulah yang saya ingat pada waktu itu. Tidak ada kesan menakutkan, tetapi saya sempat kaget ketika ada suara kucing yang tiba-tiba terdengar dengan kuat, sehingga membuat saya berteriak kaget.

Ketika itu, semua biasa saja, tetapi seiring dengan waktu, saya kembali dikagetkan bukan dengan kucing di film kuntilanak yang tiba-tiba berteriak meong, tetapi lantaran lagu lingsir wengi dianggap sebagai lagu pemanggil kuntilanak.

Kini kegemaran saya memutar langgam jawa, tanpa terutama lagu lingsir wengi sedikit terganggu lantaran pada parno ketika lagu tersebut diputar. Padahal semenjak saya kecil lagu tersebut sudah ada dan sering saya dengar, tetapi tidak ada kuntilanak yang muncul hingga detik ini tuh.

Ciptaan Sunan Kali Jogo

 Sunan Kali Jogo merupakan wali yang menyebarkan agama Islam dengan pendekatan budaya. Dari langgam hingga wayang digunakan sebagai sarana dakwah.

Lagu lingsir wengi menurut cerita yang beredar pada zaman dulu, merupakan ciptaan sang Sunan. Dan bahkan ada yang mempercayainya sebagai lagu penolak bala.

Lagu lingsir wengi sendiri merupakan lagu dalam bahasa Jawa dengan syair sebagai berikut:

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno

Ojo tangi nggonmu guling

Awas jo ngetoroAku lagi bang wingo wingo

Jin setan kang tak utusi

Dadyo sebarang

Wojo lelayu sebet

Sedangkan dalam bahasa Indonesia memiliki arti sebagai berikut:

Menjelang malam, dirimu(bayangmu) mulai sirna…

Jangan terbangun dari tidurmu…

Awas, jangan terlihat (memperlihatkan diri)…

Aku sedang gelisah,

Jin setan ku perintahkan

Jadilah apapun juga,

Namun jangan membawa maut…

Dampak propaganda tak langsung

Secara tidak langsung, film kuntilanak yang menyelipkan lagu lingsir wengi menjadi sebuah sarana propaganda. Dimana propaganda dalam film tersebut dianggap sebagai sebuah informasi yang selalu diulang-ulang sehingga menimbulkan keyakinan akan kebenaran informasi tersebut, meskipun pada kenyataannya hal tersebut tidaklah benar.

“Buatlah kebohongan yang sederhana, ucapkan berulang ulang dan orang-orang akan mempercayainya “. Hal itu merupakan salah satu ilmu dari ahli propaganda Nazi, orang terdekat dari Hitler.

Sangat disayangkan, lagu lingsir wengi yang merupakan warisan budaya dan bahkan diyakini dibuat oleh seorang wali penyebar agama Islam kini dianggap sebagai lagu pemanggil kuntilanak. Hal ini diakibatkan kurang kritisnya masyarakat dalam menelaah informasi. Minat baca yang kurang, mempengaruhi sudut pandang dan pengetahuan yang universal sehingga hal yang tidak benar dianggap menjadi benar karena sebuah film fiksi. Dalam hal ini saya tidak menyalahkan filmnya, karena film bersifat untuk hiburan belaka.

Demikian dan terima kasih