Mengawal Organisasi dari Terkecil hingga Terbesar

Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Organisasi, merupakan hal yang penting untuk mencapai sebuah tujuan. Kita tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya organisasi, dari organisasi ecek-ecek sampai organisasi kelas dewa, karena mengurusi urusan seluruh dunia yaitu PBB ( Perserikatan Bangsa-bangsa ).

Setiap organisasi, tentu saja memiliki aturan-aturan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Jika kita mau menengok ke hal yang paling sederhana, sebenarnya organisasi itu perlu diterapkan dari pribadi hingga keluarga, jika kita ingin mencapai suatu tujuan tertentu.

Secara pribadi, kita anggap saja, diri kita merupakan kelompok dari organ tubuh. Jika kita ingin memiliki tujuan membentuk tubuh kita menjadi atletis, tentu saja kita akan membuat aturan-aturan untuk mencapai tujuan tertentu, dari makanan apa yang harus dimakan, sampai olah raga apa yang harus kita lakukan, dari berapa lama dalam satu hari untuk melakukan olah raga tersebut.

Seperti seorang atlet, tentu saja dia memiliki pola makan dan jadwal untuk latihan, supaya tujuannya menjadi atlet yang mempuni bisa tercapai. Dan itulah organisasi dalam lingkup paling kecil.

Menelisik organisasi

Pada dasarnya, setiap organisasi memiliki tujuan yang baik. Kecuali organisasi teroris. Misalkan organisasi pemerintahan, sistem yang dibuat bertujuan untuk kebaikan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

Tetapi sudah menjadi rahasia umum saat ini. organisasi yang sudah berubah menjadi birokrasi dengan segala bentuk administrasi yang bertele-tele, tidak tepat sasaran, membuat korupsi tumbuh sumbur. Sebagai contoh, saat kita ingin mengurus izin pembangunan atau membuat KTP, yang mestinya dapat dibuat sederhana, tetapi harus menunggu berhari-hari, mungkin hingga bulan, membuat orang gerah, sehingga melakukan suap untuk mempercepat proses tersebut.

Jika organisasi sudah tidak memiliki jiwa lagi, dimana organisasi dapat dimanfaatkan menjadi  bentuk penjajahan terhadap manusia baik secara fisik maupun secara jiwa. Sebagai contoh, organisasi teroris yang mengatasnamakan agama. Dengan doktrin sebuah kepatuhan, pembelengguan pikiran, serta tujuan-tujuan yang tidak bisa dipertanggunjawabkan secara rasional, akan menyebabkan jiwa dan pikiran terpenjara dalam tembok yang dibuat dalam organisasi tersebut.

Tegas dan kritis terhadap organisasi

Melihat ada peluang baik dan buruk dalam organisasi bagi kehidupan serta tatanan masyarakat sama besarnya, sikap kritis dan berakhir pada ketegasan sangat diperlukan. Organisasi yang kira-kira menyalahi aturan harus diberikan sangsi yang tegas. Organisasi yang tidak sesuai dengan hukum positif negara, harus ditindak. Apalagi jika organisasi tersebut tidak sesuai dengan semangat kebangsaan yang berpotensi menghancurkan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai rakyat jelata, akses informasi yang dengan mudah didapat dan disebar mempermudah kita dalam melakukan kontrol. Modal yang paling utama dan mesti dikobarkan adalah sikap kritis, perduli dan ditambah dengan keberanian.

Misalnya, ada organisasi masyarakat yang suka berbuat onar, membacking preman dan lain sebagainya, masyarakat harus berani melawannya. Jika membuat laporan dirasa ribet, cukup tuliskan dan berikan data sebagai bukti tindakan tidak terpuji mereka ke media sosial dan viralkan. Maka opini publik terbentuk, tekanan terhadap organisasi tersebut akan datang dengan sendirinya, namun untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan keberanian. Keberanian seperti inilah yang harus kita pupuk terus untuk mewujudkan organisasi yang kembali pada fungsinya, yaitu demi kebaikan bersama secara universal.

Jika kita tidak perduli, siapa lagi yang akan dapat merubah keadaan?

Demikian dan terima kasih