Jangan Jadi Pelacur dengan Mengeluh dan Menghina Tempatmu Bekerja.

Kaum “BANGSAWAN”,itu singkatan dari kami yang memiliki kepanjangan,”Bangsa Karyawan”,di dunia kerja menjadi bangsawan membutuhkan proses yang cukup panjang dengan melewati masa training dan kontrak sampai diterbitkannya SK dari perusahaan untuk menjadi seorang Bangsawan alias bangsa Karyawan,itu sih yang saya tahu.

Proses yang begitu panjang,dari sekolah lalu lulus,kemudian mencari lowongan kerja, membuat lamaran kerja,memasukan lamaran dengan harapan mendapatkan panggilan,proses tes hingga interview itupun dilewati dengan persaingan yang begitu ketat dengan pelamar-pelamar pekerjaan lainnya,setelah itu dapat dilewati masa training pun dijalani,kontrak kerja dan akhirnya menjadai “Bangsawan”,begitu panjang bukan prosesnya?.

Tetapi banyak yang lupa akan proses tersebut,disaat saya nongkrong di warung kopi,atau makan diwarung pinggir jalan,dan dimana aja,tidak sedikit para “bangsawan” yang mengeluh,dan tidak jarang mengumpat dan memaki tempat dimana ia bekerja dengan berbagai alasan.

Apapun yang terjadi pasti ada sebabnya sih,nah sebab musabab itu juga perlu dicari tahu dan dipahami dari berbagai sudut penilaian,walaupun tidak kita pungkiri zaman sekarang banyak yang bersembunyi dibalik sebuah kebijakan,mengatakan itu kebijakan tetapi tidak ada nilai dari sibijak itu sendiri.

Kembali ke Laptop,mengapa kami menggunakan kata “pelacur”,karena kebanyakan profesi pelacur dijalani oleh orang dengan suatu keterpaksaan,karena pada awalnya semua manusia itu baik adanya,jika ada yang menikmati profesinya sebagai pelacur itu tidak lebih dikarenakan karena kebiasaan yang menjadikan sipelacur merasa berada di zona nyaman,walaupun belum tentu hal tersebut adalah zona nyaman yang sesungguhnya.

Intinya si “Pelacur” menjalani profesinya dengan berat hati,tidak ikhlas tetapi masih tetap menjalaninya dan menerima uangnya.Terus apa bedanya dengan para kaum pekerja yang mengeluh,tidak ikhlas melakukan pekerjaannya,hanya menunggu waktu berlalu,pekerjaan dilakukan dengan menggerutu,tetapi tetap bekerja dan menerima upah dari perusahaan tempatnya bekerja?

Yah,intinya  kami menulis ini dengan harapan kita semua menjalani suatu pekerjaan dengan ikhlas,dengan penuh tanggung jawab karena pekerjaan apapun itu memiliki peran bagi kehidupan dari peran yang kecil hingga yang besar.Dan jika merasa sudah tidak bisa lagi menikmati suatu pekerjaan dengan berbagai pertimbangan yang ada,mungkin lebih baik memikirkan jalan yang terbaik dengan suatu hal yang baik bukan dengan cara mengumpat,menggerutu karena hal tersebut adalah hal yang sia-sia dan tidak akan mengubah keadaan.