Skema Ponzi dan Bisnis Penipuan Berkedok Agama

Skema ponzi pertama kali dicetuskan oleh Charles Ponzi pada tahun 1920. Skema ponzi merupakan investasi palsu dikarenakan keuntungan yang dibayarkan kepada investor merupakan uangnya sendiri yang telah disetorkan dan juga uang dari penyetor baru yang digunakan untuk membayar keuntungan penyetor dana investasi penyetor sebelumnya.

Skema ponzi bisa bertahan jika ada peserta baru, itulah kuncinya. Jika tidak ada penyetor baru, maka sudah dapat dipastikan akan hancur.

Meskipun skema ponzi sudah ada sejak lama, tetapi pada zaman ini, masih banyak yang belum memahaminya, sehingga masih banyak memakan korban. Contohnya adalah kasus PT. Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS), Koperasi Pandawa, dan yang masih hangat adalah First Travel.

Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) dan sertifikasi MUI

PT.Golden Traders Indonesia Syariah, meskipun baru berdiri selama satu tahun, tetapi sudah menghasilkan menghimpun dana sebesar 2 triliun. Tetapi kerugian juga ditaksir sebesar 1 triliun lebih.

Mengapa orang begitu percaya kepada GTIS, karena Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) berperan serta di situ dengan memberikan sertifikasi halal untuk skema investasi yang dijalankan oleh GTIS. Dukungan moral atas nama agama diberikan oleh MUI sehingga meyakinkan nasabah secara tidak langsung.

GTIS menjanjikan keuntungan yang menggiurkan yaitu keuntungan investasi emas fisik sebesar 1,5 % perbulan untuk program 3 bulan dan 2 % per bulan untuk program 6 bulan. Bukan hanya itu investasi emas non fisik juga dilakukan, nasabah tidak memegan fisik emasnya, tetapi invoice hasil pembeliannya saja.

Untuk investasi non-fisik, keuntungan yang dijanjikan oleh GTIS lebih memukau yaitu sebesar 4,5% per bulan untuk program 6 bulan, sedangkan untuk program 12 bulan keuntungan yang dijanjikan mencapai 5,4 % .

Promo diskon umrah murah First Travel yang menipu kurang lebih 35.000 sd 70.000 orang

Skema ponzi juga dapat dilakukan dalam bisnis layanan jasa perjalanan. First Travel memberikan promo perjalanan umrah untuk menarik korbannya. Biaya umrah yang semestinya mencapai 20 jutaan dengan promo First Travel hanya dipungut biaya 14 jutaan.

Untuk memberangkatkan umrah umat pendaftar pertama, digunakanlah uang setoran dari peserta yang baru, begitu selanjutnya.

Dari dua contoh di atas, kita harus benar-benar peka dalam berinvestasi jika keuntungan yang diberikan tidak masuk akal. Meskipun itu membubuhkan hal-hal yang berbau agama, karena semua kemungkinan bisa terjadi.

Sumber pendukung

http://ekonomi.kompas.com/read/2014/09/12/090000126/Dua.Petinggi.MUI.Terseret.Investasi.Bodong.GTIS

http://news.detik.com/berita/2763389/kerugian-akibat-penggelapan-dana-nasabah-gtis-capai-triliunan

https://id.wikipedia.org/wiki/Skema_Ponzi

https://nasional.tempo.co/read/news/2017/08/11/063898977/70-ribu-orang-bayar-umroh-ke-first-travel-yang-berangkat